Di sela-sela sebuah meeting di Bogor, seorang pejabat di kantorku sebut saja Pak X mengucapkan, “Uang dari Syaithan ya mesti diambil lagi sama Syaithan. Si dedemit pasti nyari-nyari uangnya”. Tergelitik aku dibuatnya. Kalimat itu dilontarkannya karena menimpali ucapan pejabat lain yang mengatakan “Uang cepat banget abisnya, gak berasa”.
Bukan tanpa sebab, si Pak X mengucapkan kalimat itu, di lingkungan kerja kami Continue reading