Awali Hari dengan Kebaikan

“Dek…, hp-ku mana, dek….?” pagi-pagi suaraku menggema di seantero rumah di selasa kemarin, hehehe hiperbola banget, gak gitu-gitu banget sebenarnya, tapi cukup-lah untuk membangunkan adikku kemarin pagi. Sesaat akan berangkat kerja, tidak kudapati HP CDMA-ku, malamnya adikku itu yang menggunakannya.

Bagiku, hari selasa adalah hari yang sangat spesial di antara hari-hari kerja lainnya, karena ada perlakuan khusus terhadap para karyawan yang tidak mengikuti apel pagi di pukul 07.30 WIB. Kegiatan demi kegiatan di pagi kemarin sudah kurancang sedemikian rupa, mulai dari mandi, menyusui, menyiapkan perlengkapan ASIP, ke tukang sayur, dan sarapan semuanya sudah sesuai dengan jadwalku. Tujuannya adalah agar diriku bisa menumpangi KRL express yang berangkat dari stasiun pondok cina pada pukul 06.22 WIB.

Tapi, cukup banyak kejadian-kejadian kecil yang mewarnai aktifitas pagi itu seperti suami tercinta yang tiba-tiba menghilang saat aku sudah siap di depan rumah sehingga Continue reading

Rp. 2000,- yang Menyelamatkan

Brosur berwarna biru dari sebuah penerbit buku-buku islam di Depok dengan penawaran diskon hingga 70% membuat kami sekeluarga semangat mendatangi Gedung Pusat penerbit itu di hari ahad kemarin. Oh ya, selain informasi diskon, brosur itu juga menginfokan acara Diskusi Buku di setiap hari ahad bulan April s.d pertengahan Mei 2008. Dan di hari ahad kemarin, Buku yang akan dibedah adalah Buku Deadly Mist yang ditulis oleh Jerry D. Gray.

Rupanya kami kepagian tiba di sana, baru ada sekitar 3 pengunjung di toko buku yang berada di lantai 2 Gedung itu. Kedua balitaku, Nada dan Syamil, langsung menelusuri rak demi rak seolah-olah sedang mencari buku idamannya. Continue reading

Empat kisah di hari Sabtu

Sabtu pekan kemarin lebih banyak aku habiskan di rumah. Alhamdulillah banyak sekali hikmah yang kudapatkan. Mungkin ada rasa syukurku yang sudah terkikis, sehingga ALLOH menghadirkan 4 (empat) kisah ini secara beruntun untukku.

Kisah I

Pagi-pagi, Pok Ami, asisten part time-ku di rumah mengabarkan kalau tetangganya Mama Ririn (begitu orang2 memanggilnya) makin parah saja sakitnya. Sudah hampir seminggu ini Mama Ririn hanya bisa terbaring di tempat tidur.  Continue reading