Fatwa Haram Korupsi

Mumpung perbincangan mengenai Fatwa Golput dan Rokok sudah mulai mereda, diriku mau posting Fatwa MUI tentang Korupsi. Meski fatwa ini sudah lama sekali diputuskan masih banyak tuh yang belum ngeh, buktinya saat lagi ramai-ramainya dua Fatwa yang menjadi kontroversi itu, masih  ada yang mengusulkan MUI untuk bikin fatwa korupsi aja. Ini karena MUI-nya kurang sosialisasi atau si peminta fatwa yang kurang gaul ya?

Ini dia Fatwa MUI tentang Suap, Korupsi dan Hadiah Kepada Pejabat. Yang ditampilkan hanya point Memutuskan saja, yang lain-lain seperti Menimbang, Memperhatikan dan Mengingat tidak kutuliskan disini.

FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI
MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG
RISYWAH (SUAP) GHULUL (KORUPSI)
DAN HADIAH KEPADA PEJABAT

Pertama : Pengertian
Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan:
1. Risywah adalah pemberian yang diberikan
oleh seseorang kepada orang lain (pejabat)
dengan maksud meluluskan suatu perbuatan
yang batil (tidak benar menurut syari’ah)
atau membatilkan perbuatan yang hak.
) ﺍ ﻖﳊﺍ ﻞﻄﺒﻳ ﻭﺃ ﻞﻃﺎﺒﻟﺍ ﻖﻘﳛﺎﻣ ﺓﻮﺷﺮﻟ ( . Pemberi disebut
rasyi; penerima disebut murtasyi; dan
penghubung antara rasyi dan murtasyi
disebut ra’isy (Ibn al-Atsir, al-Nihayah fi
Gharib al-Hadits wa al-Atsar, II, h. 226).
2. Suap, uang pelicin, money politic dan lain sebagainya
dapat dikategorikan sebagai risywah
apabila tujuannya untuk meluluskan sesuatu
yang batil atau membatilkan perbuatan
yang hak.
3. Hadiah kepada pejabat adalah suatu pemberian
dari seseorang dan/atau masyarakat yang
diberikan kepada pejabat, karena kedudukannya,
baik pejabat di lingkungan pemerintahan
maupun lainnya.
4. Korupsi adalah tindakan pengambilan sesuatu
yang ada di bawah kekuasaannya dengan
cara yang tidak benar menurut syari’at Islam.

Kedua : Hukum
1. Memberikan risywah dan menerimanya hukumnya
adalah haram.
2. Melakukan korupsi hukumnya adalah haram.
3. Memberikan hadiah kepada pejabat:
a. Jika pemberian hadiah itu pernah dilakukan
sebelum pejabat tersebut memegang
jabatan, maka pemberian seperti itu hukumnya
halal (tidak haram), demikian
juga menerimanya;
b. Jika pemberian hadiah itu tidak pernah
dilakukan sebelum pejabat tersebut memegang
jabatan, maka dalam hal ini ada
tiga kemungkinan:

1) Jika antara pemberi hadiah dan pejabat
tidak ada atau tidak akan ada
urusan apa-apa, maka memberikan
dan menerima hadiah tersebut tidak
haram;
2) Jika antara pemberi hadiah dan pejabat
terdapat urusan (perkara), maka
bagi pejabat haram menerima hadiah
tersebut; sedangkan bagi pemberi,
haram memberikannya apabila
perberian dimaksud bertujuan untuk
meluluskan sesuatu yang batil (bukan
haknya);
3) Jika antara pemberi hadiah dan pejabat
ada sesuatu urusan, baik sebelum
maupun sesudah pemberian hadiah
dan pemberiannya itu tidak
bertujuan untuk sesuatu yang batil,
maka halal (tidak haram) bagi pemberi
memberikan hadiah itu, tetapi
bagi pejabat haram menerimanya.

Ketiga : Seruan
Semua lapisan masyarakat berkewajiban untuk
memberantas dan tidak terlibat dalam praktek
hal-hal tersebut.

Keempat : Keputusan fatwa ini mulai
berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, menghimbau
semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa
ini.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 27 Rabi’ul Akhir 1421 H
29 Juli 2000 M
DEWAN PIMPINAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua Umum,                            Sekretaris Umum,
ttd.                                                 ttd.
K.H. M.A. Sahal Mahfudh     Prof.DR.H.M. Din Syamsuddins

Bagi yang ingin edisi lengkapnya, silahkan unduh di sini

2 responses

  1. Masalahnya sekarang sudah pada tidak takut dengan keputusan MUI. Yang ancamannya penjara saja masih terus mencoba korupsi, apalagi hukuman yang tidak terlihat ( dosa ).

    Indonesiaku oh Indonesiaku😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s