Kasim & Faridah : Jangan Beri Anak Makanan Haram

Alhamdulillah dipertemukan lagi dengan koleksi majalah 2,5 tahun yang lalu. Majalah Hidayatullah Edisi Agustus 2006. Didalamnya ada profil keluarga yang mengagumkan.

Kasim dan Faridah adalah orang tua dari Muhammad Firmansyah, yang dikarunia ALLOH kecerdasan di atas rata-rata. Pada bulan Juli 2006, Firman berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Fisika Internasional di Singapura. Firman yang waktu itu baru saja lulus dari SMP Islam Athirah Makassar adalah anggota tim olimpiade yang paling muda.

Itu bukan yang pertama Firman mewakili Indonesia, sebelumnya ia memperoleh perunggu pada Olimpiade Fisika Asia di Kazakhtans (April 2006). Pada tingkat nasional, ia meraih medali emas International Junior Science Olumpiad (IJSO) di Yogyakarta (Desember 2005). Subhanallah…, yang lebih hebat lagi, Firman tak cuma anak cerdas dengan prestasi akademik yang cemerlang, namun juga termasuk taat beribadah dan berakhlak baik.

Ternyata sederhana sekali resep pasangan ini dalam mendidik anak-anaknya yaitu Memberikan makanan yang bersih. Seperti apa?  Coba simak kutipan wawancara Hidayatullah (H) dengan mereka.

H : Makanan yang bersih, seperti apa itu?

Ibu : Saya dan bapak pegawai negeri, tetapi sangat menghindari hal-hal yang meragukan di kantor. Saya tidak mau berkompromi dengan hal yang sifatnya korupsi. Lebih baik saya melawan daripada saya ikut masuk, sebab itu malapetaka. Saya tidak ingin susu sebelenga rusak karena nila setetes.

Ayah : Anak-anak pun saya tekankan demikian, harus jujur, jangan ambil barang yang bukan miliknya. Satu hal lagi, kalau mau bertindak, tanya kata hatinya. Jika melawan kata hati, maka jangan dikerjakan. Kata hati itu jujur,. Jika hati bilang jangan, maka jangan dikerjakan.

H: Apa yang anda lakukan sehingga mampu mengantarkan Firman menjadi anak yang berprestasi?

Ibu : Ini anak tidak pernah dibimbing khusus, mungkin karena otaknya sejak lahir memang sudah cerdas, bahkan sangat cerdas. Mungkin, itu karena saat Firman saya kandung, kebutuhan gizinya terpenuhi.

Kebutuhan ASInya juga sangat terpenuhi. Meskipun saya bekerja, saya menyusuinya hingga dia berusia 2,5 tahun. Syukurnya, jarak rumah tempat kerja cukup dekat. Jadi saat diperkirakan dia menangis ingin menyusu, saya balik ke rumah kemudian menyusuinya. Jadi ASInya sempurna.

H: Selain gizi dan ASI, apalagi yang anda lakukan?

Ibu : Dalam hidup kita harus jujur. Kita tidak boleh memakai barang yang haram. Barang haram membuat hidup kita tidak berkah. Kami berdua pegawai negeri, tetapi sejak menikah, saya bersepakat dengn bapak tidak boleh memasukan barang haram ke rumah.

Juga, kadang orang tidak ikhlas menerima kehamilan, mereka kaget dan kecewa saat hamil lagi. Saya tidak begitu, saya terima dengan ikhlas, karena saya punya prinsip anak adalah sumber kebahagiaan.

H: Apakah ada amalan ibadah tertentu saat anda hamil?

Ibu: Setiap shalat saya berdoa, “ Ya ALLOH, tinggikan derajatku dan seluruh keturunanku. Ampuni dosaku dan selamatkan keturunanku di dunia dan di akhirat.”

Saat hamil saya usahakan selalu berbuat baik dan menerimanya dengan ikhlas. Saat hamil Firman, usia saya sudah 43 tahun. Pada usia seperti itu banyak orang malu kalau hamil, bahkan ada yang sampai menggugurkannya. Tapi saya tidak. Saya terima dengan ikhlas ketentuan ALLOH tersebut.

Bapak juga sangat baik (sambil memandang suaminya). Saat saya hamil, dia turuti asemua keinginan saya. Dia upayakan tidak ada marah di rumah. Bapak membuat situasi yang menyenangkan. Bapak berprinsip, apa yang dikerjakan ibunya saat hamil dapat berdampak kepada anaknya. Misalnya, saat hamil kita sering marah-marah, anak juga nanti akan jadi pemarah. Jadi, orangtua harus berbuat sebaik mungkin, karena itu akan menjelma pada anak.

Subhanallah.., prinsip hidup sang orang tua untuk menjaga diri dan keluarganya dari harta haram ternyata membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Jika Kasim dan Faridah bisa melakukannya, dengan ijin ALLOH kita juga bisa. Satu hal lagi, diriku semakin semangat nie memberikan ASI full untuk Syamil dan adik2nya kelak hingga 2 tahun. Aamiin..

Catatan Yohanes Surya mengenai Firman bisa dilihat di sini

4 responses

  1. Memang jika buah kelapa jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Semoga kita semua bisa meneladani contoh yang telah nyata. Dan semoga di dalam setiap kesibukan orang tua bekerja masih ada waktu untuk mendidik anak-anak mereka agar kelak bisa menjadi anak yg berguna bagi bangsa dan negara…

    Pojok kanan atas ceunah…

  2. subhanallah, ternyata membuat anak cerdas seperti Firman ini resepnya hanyalah, menabur sejuta kebaikan saja yaa..oya kalo boleh saya tambahkan, resep yang tidak kalah ampuhnya, ortu harus berbakti pada ortunya (kakek-nenek si anak), insyaAllah selamat dunia-akhirat seanak-cucu.

    Salam kenal ya mbak, nice blog!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s