Rp. 2000,- yang Menyelamatkan

Brosur berwarna biru dari sebuah penerbit buku-buku islam di Depok dengan penawaran diskon hingga 70% membuat kami sekeluarga semangat mendatangi Gedung Pusat penerbit itu di hari ahad kemarin. Oh ya, selain informasi diskon, brosur itu juga menginfokan acara Diskusi Buku di setiap hari ahad bulan April s.d pertengahan Mei 2008. Dan di hari ahad kemarin, Buku yang akan dibedah adalah Buku Deadly Mist yang ditulis oleh Jerry D. Gray.

Rupanya kami kepagian tiba di sana, baru ada sekitar 3 pengunjung di toko buku yang berada di lantai 2 Gedung itu. Kedua balitaku, Nada dan Syamil, langsung menelusuri rak demi rak seolah-olah sedang mencari buku idamannya. Aku sendiri asyik memilih buku-buku di rak diskon, hehehe, ketahuan sekali ya naluri keibuannya, suka yang murah-murah. Apalagi banyak buku-buku bagus yang dijual dengan harga Rp. 5000,- s.d Rp. 10.000,-.

Suasana di toko buku yang tenang itu tiba-tiba menjadi sedikit ‘gaduh’ dengan kehadiran seorang bayi perempuan, berusia sekitar 1 tahunan, yang begitu aktif hilir mudik sambil berteriak-teriak dengan bahasa planetnya (planet bayi, red), sangat berbeda dengan Syamilku yang cool, meski asyik menurunkan buku-buku dari raknya. Karena sangat menikmati acara memilih buku, aku hanya memperhatikan Syamil dari jauh, tak jarang kulihat kakaknya merapikan buku yang sudah diubek-ubek  Syamil.

Tiba-tiba terdengar suara tangisan anak kecil, bukan..bukan suara si bayi perempuan itu. Sepertinya suara Syamil, tapi aku tidak melihatnya di dalam toko. Loh…, kemana dia.

Astaghfirullah…, jagoan kecilku itu sedang menangis di balik pintu ruangan itu, Masya ALLOH, bagaimana bisa dia kesana? Si penjaga toko pun tidak menyadarinya. Mungkin Syamil sedang mencari-cari diriku atau Ayahnya. Segera saja kuhampiri jagoanku itu yang masih saja menangis dan berdiri di depan pintu masuk yang hanya berjarak kurang lebih 50 cm dari mulut tangga menuju lantai 1.

Alhamdulillah…, puji dan syukur kupanjatkan pada ALLOH yang telah melindungi Syamil. Tak dapat kubayangkan apa yang akan terjadi jika ALLOH tidak menahan langkah kaki mungilnya menuju tangga. Sungguh ALLOH telah menghalangi kami dari musibah.

Secara tak sengaja, software di kepalaku menghubungkan kejadian ini dengan kejadian 3 jam sebelumnya di sebuah pasar tradisional.
”Bu, pisaunya bu, lima ribu” seorang Nenek tua berusia sekitar 65 tahun menawarkan pisau dagangannya kepada orang-orang yang melaluinya termasuk aku.
Heran saja, selama empat setengah tahun ini menjadi pengunjung setia di pasar ini setiap sabtu atau ahad, tak pernah kulihat Nenek tua itu.
Suamiku sempat bertanya padaku. “Bunda, mau beli pisau gak?”
“Belum deh, masih ada kok” jawabku

Selesai merampungkan belanja kebutuhan dapur di kios-kios langganan kami, kembali kami bertemu dengan Nenek tua tadi.
“Neng, pisau neng, yang ini dua ribu” sang Nenek menawarkan pisau berukuran kecil padaku
“Bunda, beli aja pisaunya. Kalau emang lagi gak butuh, kasih duitnya aja” kata Suamiku.
Langsung saja kuturuti “perintah” mulia itu.
“Ini Bu, dua ribu ya? kataku sambil menyerahkan dua lembar uang seribuan.
“Ini pisaunya Neng” si Nenek mengambil sebuah pisau dan koran untuk membungkusnya.
“Gak usah Bu, buat Ibu aja”
“Matur nuwun neng, matur nuwun…”

Mungkinkah dua ribu itu yang menyebabkan ALLOH menghalangi sebuah musibah untuk kami? Allahu ‘alam…
Yang kuyakini, salah satu keutamaan sedekah adalah menolak bala, sekecil apapun itu, meski hanya dua ribu rupiah, seperti sabda Rasulullah SAW “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah“.
Subhanallah, betapa besar rahmat-Mu ya ALLOH..

2 responses

  1. betul sekali ukhti, ane juga punya pengalaman yang hampir sama dan mirip2. intinya, setiap kali ada perintah sholat seringkali diikuti perintah zakat. itulah yang menyebabkan ZIS itu juga utama.

  2. Bener tuh….luar biasa sedekah itu apalagi iklash lebih besar daripada niatnya…suatu pagi subuh hari saya pernah sedekah 10rb eh siangnya langsung diganti 100rb,coba tadi saya sedekah 100rb mungkin siang itu langsung diganti 1jt kali…”Innama amalu bi niat” wallhualam bi shawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s