Menantikan Kartu Identitas Tunggal

Salah satu keistimewaan menjadi warga negara Indonesia adalah bisa memiliki lebih dari 1 KTP😀. Termasuk diriku, nah..loh? Itu dulu, di tahun 2004. Akibatnya di tahun itu, aku mendapatkan panggilan untuk ikut Nyoblos di 2 kota yang berbeda.

Lima tahun berlalu, sistem administrasi kependudukan negeri ini tak kunjung rapi, bukti terakhir adalah kacaunya DPT di Pemilihan Caleg. Banyak warga yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya atau sebaliknya namanya terdaftar dimana-mana. Diriku salah satunya, justru di saat ingin tertib administrasi dengan 1 KTP saja malah  tidak diperkenankan untuk ikut  Nyontreng di 9 April kemarin. Huhuhu..golput deh.

Angin segar tentang Kartu/Nomor Identitas Tunggal atau Single Identity Number (SIN) sudah dihembuskan di era pemerintahan Ibu Mega melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2004. Sayangnya hingga kini belum terealisasikan juga, apakah Pemerintah serius atau hanya melempar wacana dan wacana? Dari hasil tanya-tanya ke Om Gugel, ini dia jawaban si Om tentang Apa, Siapa, dan Kapan akan direalisasikan.

Apa itu SIN

Dalam sebuah artikel di majalaheindonesia.com,  SIN adalah sebuah identitas unik yang dimiliki oleh setiap individu. Di dalamnya tidak hanya memuat jati diri individu, tapi juga informasi lain yang terkait dengan data keluarga, kepemilikan, aseset, data kepolisian, perbankan, pajak dan masih banyak lagi lainnya. Artinya, SIN bukan saja sebatas nomor indvidu atau ID card melainkan identitas yang bisa mengakses identitas lain. Nomor identitas tunggal harus bisa mengakses selueruh sumber informasi di Indonesia yang saat ini tersebar di 32 institusi.

Siapa Yang Melaksanakan

Pekerjaan besar ini berada di bawah komando Departemen Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan (Adminduk). Saat ini Depdagri sudah mulai mendata penduduk untuk menyusun Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai bagian dari pemutakhiran dan penyiapan database kependudukan berupa Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK).

Kapan Realisasinya

Sebuah berita di Koran SINDO tanggal 23 Maret 2009 menyebutkan bahwa Pemerintah c.q Depdagri menjanjikan proses identitas tunggal akan selesai pada tahun 2011. Sedangkan situs Indonesia.go.id menyebutkan proses SIN diharapkan selesai tahun 2012.

Semoga saja segera ada hasil yang memuaskan dari Depdagri, banyak kemudahan yang didapatkan dengan Kartu Identitas Tunggal, salah satunya diriku tak perlu repot-repot mengisi lembaran demi lembaran berbagai formulir aplikasi hanya untuk menuliskan informasi yang sama.

Dan tidak bermaksud meragukan kemampuan Depdagri, harusnya Pemerintah mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak untuk membuat sebuah institusi terpadu yang khusus mengolah seluruh data kependudukan dengan sistem yang handal termasuk dalam hal menghadapi para hacker dan cracker.

2 responses

  1. KTP gue ada 3 loh, jangan bilang siapa2 ntar dipenjara…hehehe

    ada juga teman gw warga singapore yg punya ktp indonesia…wah wah

    betapa mudah bikin ktp di Indonesia. soalnya ktp gak ada hubungannya ama pajak…makanya bikin ktp tunggal susah. beda ama bikin npwp yg gak mungkin double double atau triple kaya gw, hahaha

    besok gw pingin bikin ktp papua ah…biar ktp gw jadi 4. hahaha

  2. Salam kenal..sebaiknya sih datanya juga dikoordinasikan dengan medical record ya..misalnya catatan gigi dan sidik jari.

    iya nih, masalah KTP juga merepotkan kalo pas ngekos di kota lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s