Uang dari Syaithan

Di sela-sela sebuah meeting di Bogor, seorang pejabat di kantorku sebut saja Pak X mengucapkan, “Uang dari Syaithan ya mesti diambil lagi sama Syaithan. Si dedemit pasti nyari-nyari uangnya”. Tergelitik aku dibuatnya. Kalimat itu dilontarkannya karena menimpali ucapan pejabat lain yang mengatakan “Uang cepat banget abisnya, gak berasa”.

Bukan tanpa sebab, si Pak X mengucapkan kalimat itu, di lingkungan kerja kami dan mungkin juga di lingkungan kerja anda, tidak sedikit uang-uang seperti itu yang berkeliaran. Ada yang diantarkan oleh Syaithannya, dalam bentuk hadiah atau gratifikasi dari klien dan ada pula yang si Syaithannya harus diuber-uber🙂 , biasanya dengan segala macam manipulasi yang bisa mendatangkan uang.

Terjemahan bebas dari kalimat Pak X itu mungkin seperti ini, uang dari syaithan itu adalah uang yang didapatkan dari sumber-sumber tidak jelas, dan tentu saja haram, namanya saja dari Syaithan. Peruntukkannya juga untuk hal-hal yang tidak jelas, tidak bermanfaat dan tidak jarang untuk hal-hal yang maksiat.

Nah.., jika uang-uang seperti itu tidak mendatangkan manfaat apa-apa, maka untuk apa kita mengambilnya? Tuntutan kebutuhan hidup yang kian tinggi seringkali membutakan manusia akan sumber-sumber hartanya. Tidak peduli lagi halal haramnya, malah ada ungkapan “Yang haram aja susah, apalagi yang halal”. Na’udzubillahi min dzalik…

Kemewahan, kehidupan gemerlap mungkin dapat diraih dengan uang dari syaithan, namun tidak dengan kebahagiaan. Sering kita jumpai orang-orang yang bergelimang harta namun keluarganya bermasalah, bisa jadi karena ada uang dari syaithan yang dikonsumsi mereka. Begitu juga dengan salah satu temanku, sejak  bersinggunggan dengan uang-uang seperti itu, kebahagian keluarganya pun terenggut.

Islam mengingatkan kita akan bahaya yang ditimbulkan dari uang-uang itu, diantaranya :

1. Tingkah laku menjadi buruk

Apa saja yang kita makan akan mengalir melalui darah ke seluruh tubuh menjadi daging, memompa oksigen ke otak dan memengaruhi tindakan-tindakan manusia.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan: ”Dari Abdullah An Nu’man Bin Basyir r.a dia berkata: ”Aku mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan sesungguhnya yang haram itu juga jelas, dan di antara keduanya ada perkara yang samara-samar (tidak jelas halal dan haramnya) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui. Maka barang siapa yang menjaga diri dari hal yang samar-samar maka dia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang jatuh di dalam perkara yang haram, sebagaimana pengembala ternak di sekeliling tanah larangan, lambat laun dia akan masuk ke dalamnya juga. Ingatlah tiap-tiap raja memiliki larangan. Ingatlah bahwa larangan Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasad. Dan jika rusak maka rusak pula seluruh jasad, ketahuilah ia adalah hati.”(HR Bukhari dan Muslim).

2. Doa tidak terkabul

“Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang yang beriman dengan apa yang dia perintahkan kepada para rasul, Allah berfirman ((Wahai sekalian rasul makanlah dari yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih)) dan Allah berfirman ((Wahai orang-orang yang beriman makanlah dari yang baik-baik yang dirizkikan kepada kalian)). Kemudian (Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) mengisahkan seseorang yang melakukan perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan badannya berdebu, dia mengangkat kedua tangannya ke langit dan menyeru: Wahai Rabb, Wahai Rabb. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dibesarkan dengan barang yang haram, bagaimana doanya bisa dikabulkan”. (HR. Muslim)

3. Menjerumuskan ke Neraka

Tidaklah masuk surga darah yang mengalir dan daging yang tumbuh dari sesuatu yang tidak halal. (HR.Bukahri Muslim) dan di hadits lain juga disebutkan : “Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari hasil harta haram. Sebab, nerakalah yang lebih layak baginya” (HR. Ahmad dari Jabir bin Abdullah).

Al-Qur’an Surah At-Tahrim Ayat 6 : “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahannya adalah manusia dan batu, penjaga-penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Bagaimana, masih berminat dengan uang dari syaithan?  Semoga tidak ya, dan semoga ALLOH memberikan kekuatan pada kita untuk dapat menghindarkan diri dari uang-uang seperti itu. Aamiin…

6 responses

  1. bu , ada ga sie penjabat di Indonesia yang ga makan uang setan. Kayaknya setan dah jadi teman setia pejabat di Indonesia. Gmn menurut pendapat ibu?

  2. @gratiss : aamiin..
    @eko : insyaALLOH masih ada pak, walopun jumlah amat sangat sedikit..,mungkin seperti mencari jarum diantara jerami kali ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s